Cerdas Mendidik Anak dalam Era Digital


IMG_7486

Sabtu, 5 Desember 2015 lalu merupakan acara pembagian rapor adik-adik SNF yang diberikan kepada orangtuanya masing-masing atau dikenal juga dengan Meet the Parents (MTP). Pada acara MTP ini, selain pembagian rapor juga diagendakan seminar parenting bagi orangtua yang pada kali itu dibawakan oleh Kakak Satwika Citahariasmi Heniono, S.Psi dengan topik Cerdas Mendidik Anak di Era Digital.

Seberapa penting sebenarnya pengetahuan tentang cara mendidik anak di era digital ini? Topik ini menjadi penting karena era digital saat ini cukup berbeda dengan era orangtua pada masa sebelumnya. Arus informasi di era digital ini merupakan salah satu yang sulit untuk disaring dan dibatasi, sehingga orangtua memiliki trik dan tips tersendiri dalam mendidik anak di era seperti sekarang. Bagaimana  yaa tipsnya?

Sebelumnya, kita harus membentuk pola pikir yang positif terlebih dahulu. Sebagai orangtua, kita harus ikhlas untuk belajar, mau berdamai dengan era digital, serta fokus pada keuntungan dan kebaikannya. Kemudian dalam menghadapi anak kita harus selalu mengutamakan kesejahteraan anak dan dalam berkomunikasi harus senantiasa bersahabat.

Pertama agar bisa berdamai dengan era digital dan mau belajar, kita harus mengetahui apa saja keuntungan era digital itu? Di antaranya adalah suasana belajar yang lebih interaktif dan menarik, karena media pembelajaran yang lebih variatif. Kemudian dalam era digital ketersediaan informasi lebih melimpah dan hampir tidak ada batas jarak dan waktu sehingga dapat membuka banyak peluang.

Selanjutnya, apabila kita telah bisa berdamai dengan era digital, mengetahui keuntungan-keuntungannya, maka kita telah siap untuk mendidik anak di dalam era digital. Namun ingat, menghadapi anak bukanlah hal yang mudah, maka itu kita harus memiliki trik dan tips tersendiri bagaimana agar anak-anak bisa mengerti keinginan orangtua dan begitu juga sebaliknya. Pertama kita harus ingat bahwa kesejahteraan anak adalah yang harus diutamakan. Kesejahteraan di sini bukan berarti semua keinginan mereka kita turuti, namun bagaimana agar anak-anak bisa senang tetapi tetap dalam jalur yang benar. Pertama, selalu sediakan waktu untuk dampingi anak dalam berbagai kegiatannya dan beranikan diri untuk bertanya ke anak untuk mengetahui apa saja yang mereka lakukan, karena pada era seperti sekarang, terkadang kesibukan orangtua menyebabkan orangtua tidak tahu kegiatan anak-anaknya dan menjadikan anak kebablasan.

Kemudian sebagai orangtua, kita harus ingat bahwa di era digital seperti sekarang ini, komunikasi satu arah bukan lagi cara komunikasi yang efektif, sehingga kita harus mengusahakan adanya diskusi dan kompromi dengan anak-anak, agar keinginan anak dapat terpenuhi dan sebaliknya. Namun, kita juga harus ingat, bahwa dengan adanya diskusi dan kompromi, kita berusaha agar anak memiliki komitmen, dan kapanpun anak melanggar komitmen yang telah dibuatnya sendiri, peran kita sebagai orangtua adalah untuk membatasinya dengan tegas terhadap anak.

Di samping mempelajari cara-cara mengutamakan kesejahteraan anak, kita juga harus ingat bahwa cara berkomunikasi di era digital seperti ini tidak sama seperti pada era orangtua dahulu. Pada era digital seperti ini, komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang bersahabat. Lantas, bagaimana cara membentuk komunikasi yang bersahabat? Pertama kita harus ingat bahwa berbicara dengan anak tidak sama dengan berbicara dengan teman atau rekan kerja, anak-anak memiliki emosi yang terkadang masih labil dan sensitif, sehingga dalam berkomunikasi nada bicara dan ucapan menjadi penting. Dalam berkomunikasi dengan anak, kita harus selalu berusaha untuk melembutkan nada bicara dan memperhalus ucapan.

Selain nada bicara dan ucapan, gestur tubuh dalam berkomunikasi juga menjadi penting. Kita harus memperhatikan agar di dalam komunikasi selalu ada kontak mata, sehingga kita mendapat perhatian dari anak dan tujuan komunikasi tersampaikan. Kemudian, yang tidak kalah penting juga adalah berdialog dalam rentang sentuhan tangan, karena sentuhan tangan itu dapat mentransfer emosi dan menjadikan anak lebih berempati.

Terakhir, agar komunikasi menjadi lebih efektif dan efisien, kita juga memerlukan adanya keterbukaan dan kejujuran, jangan sampai ada yang ditutup-tutupi di dalam komunikasi. Terkadang kita menutup-nutupi sesuatu karena merasa anak belum pantas untuk tahu, namun justru ini lebih berbahaya, karena ketika anak-anak mencari tahu sendiri, kita tidak dapat membatasi informasi yang mereka dapatkan. Hal selanjutnya yang penting adalah kepercayaan. Dengan adanya kepercayaan, anak jadi lebih merasa bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukannya. Yang terakhir yang juga penting adalah mendengar dengan empati, sehingga anak-anak dapat merasa dihargai dan anak dapat lebih nyaman dalam berkomunikasi dengan orangtuanya.

Demikian beberapa tips untuk mendidik anak di era digital yang disampaikan pada seminar parenting beberapa waktu lalu. Namun selalu ingat, setiap anak memiliki keunikannya tersendiri, sehingga kreativitas dari masing-masing orangtua adalah yang terpenting dalam mendidik anak. Selalu ingat bahwa "anak-anak tidak pernah mahir dalam mendengarkan perkataan orangtuanya, tapi mereka selalu berhasil meniru tingkah laku orangtuanya." -James Baldwin-

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *